My Sharing Corner

Sebuah Coretan

Kebiasaan Menghisap Jari

211x203isapteruus Menurut para ahli kesehatan, 50% anak umur 3-4 tahun mempunyai kebiasaan menghisap jari. Anak-anak tersebut baru mau menghentikan kebiasaanya setelah umur 10 tahun. Namun tidak semuanya begitu karena ada juga orang dewasa yang melakukannya tanpa sadar. Pada dasarnya, menghisap jari merupakan naluri untuk membela diri (survival instinct) yang tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini terjadi pada umur berapapun. Ada juga yang menghisap jari karena perasaan lapar dan haus. Karena tidak ada obyek untuk mencukupi kebutuhannya maka dia menggunakan obyek disekitarnya. Karena refleks, tangannya sendiri dijadikan sasaran. Dengan menghisap jari, dia menemukan rasa aman. Dia mendapatkan kenikmatan yang bisa membantu menghilangkan rasa lapar atau hausnya. Tidak aneh jika kebiasaan menghisap jari pad bayi atau balita sulit dihilangkan.
Para ahli sepakat jika kebiasaan menghisap jari bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti mengganggu pertumbuhan gigi. Selain itu juga bisa menyebabkan kuku terkena infeksi jamur karena kuku sering dalam keadaan basah akibat sering dihisap. Kondisi basah menyebabkan mudah tumbuh jamur atau juga bakteri. Karena kebiasaan menghisap jari, stelah anak bermain tanah atau air, anak mudah terkena penyakit seperti cacingan. Untuk itu, bagi orang tua yang mempunyai balita, biasakan untuk mencuci tangan dan kaki setelah bermain.
Ada beberapa cara untuk menghilangkan kebiasaan ini. Salah satu caranya dengan memberikan perhatian ekstra pada anak-anak, dicari apa yang menjadi penyebab anak memiliki kebiasaan menghisap jari. Jika hal ini dilakukan ketika mulai tidur, orang tua bisa mengalihkan perhatiannya dengan mengajak bernyanyi atau diajak bercerita hingga anaknya mengantuk dan tertidur. Tujuannya agar anak lupa dengan kebiasaannya menghisap jari. Jika tidak begitu, berikan anak barang yang bisa dijadikan teman tidur seperti boneka. Boneka bisa mengurangi rasa khawatir anak ketika ketakutan karena mengalami mimpi buruk. Sebaiknya menjauhi cara kekerasan atau pemaksaan untuk menghentikan kebiasaan menghisap jari, karena hal itu akan menammbah rasa khawatir anak sehingga kebiasaannya menghisap jari semakin menjadi. Selain itu juga bisa diberikan mainan yang bisa dihisap seperti dot sebagai ganti jari. Namun, tetap saja anak harus diingatkan karena kebiasaan tersebut bisa mengganggu kesehatannya. Tapi tetap dengan cara yang halus dan sabar.

Sumber : Jaya Baya Edisi 41 Minggu II Juni 2007

January 5, 2009 - Posted by | Info

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: