My Sharing Corner

Sebuah Coretan

I Love You

I Love You

I Love Your Smile
It Brings Me The Most Happiness In Life

I Love The Way You Talk
It Echos From The Bottom of My Heart

I Love The Way You Cry
It MAkes Me Want To Protect You That Much More

I Love The Way You Sulk
It Makes Me Notice My Mistake

There’s No One That I’m More Connected To In This Whole World
No One

You’re A Bit Careless And Sometimes A Bit Selfish
But…
With All of That Together
I Love You

That’s Everything I Think About You
The One Whose Touch I Want To Feel The Most
I Love You

— found it on somewhere – credit to creator —

July 3, 2014 Posted by | Coretan | Leave a comment

Dia

Dia…Yang pertama kali kulihat tanpa ku tahu kapan ku melihatnya.
Dia…Yang menawan hatiku ketika ku mulai mengenalnya.
Dia…Yang di dalam dirinya ada sesuatu yang istimewa.
Dia…Yang selalu mau dan mampu mengekspresikan dirinya.
Dia…Yang membuatku selalu merindukannya.

Dia…Yang tersenyum, membawakan kebahagiaan padaku.
Dia…Yang tak sempurna.
Ketidaksempurnaan itulah yang membuat aku suka.

July 3, 2014 Posted by | Coretan | Leave a comment

Punakawan Menggugat “Kisah Heroik dari Para Abdi Sejati” – Ardian Kresna

Punakaawn Menggungat - Ardian Kresna

Buku ini bercerita tentang Punakawan yang merasa heran dengan sikap junjungan mereka, para Pandawa, yang terlena dengan kekuasaan hingga melupakan kewjiban sebagai pemimpin. Mereka justru sibuk membuat Candi Saptaarga sebagai rasa terima kasih kepada kakek mereka, Begawan Abiyasa, padahal Abiyasa sendiri tidak menghendaki pembuatan tersebut.

Para putra Semar, Gareng, Petruk dan Bagong mempunyai peranan penting dalam cerita ini. Merekalah yang akan membantu meluruskan sikap para Pandawa yang lupa akan kewajibannya untuk mengayomi rakyatnya sebagai seorang pemimpin. Masing -masing putra Semar itu memainkan perannya masing-masing dengan menjadi seorang raja atau pemimpin baru di beberapa wilayah berbeda.

Tidak hanya cerita bagaimana para punakawan mengingatkan junjungan mereka, tapi juga kisah asmara dari Abimanyu, putra Arjuna. Disini di ceritakan bagaimana para Punakawan membantu putra junjungannya untuk menyelesaikan masalah asamaranya dengan Dewi Lesmanawati, putri Prabu Duryudanam yang tidak mendapatkan restu dari pihak Astina.

Ketika para pemimpin lupa akan kewajibannya, salah arah, maka rakyatnya lah yang harus mengingatakan mereka. Ketika rakya diam saja melihat para pemimpinnya keblinger, maka akan membawa kehancuran pada pemerintahan atau negaranya. Para pemimpin pun juga harus sadar, jabatan yang mereka emban adalah amanah dari rakyat dan harus bisa mempertanggung jawabkannya baik di dunia maupun akhirat. Mungkin itulah sepenggal nilai yang bisa diambil dari buku ini.

July 3, 2014 Posted by | Buku | Leave a comment

Maafkan Aku Yang Selalu Mengganggu…

Kenapa Kau Begitu Menawan???
Aku Tak Tau….
Kenapa Kau Begitu Mempesona???
Aku Tak Tau….
Kenapa Kau Begitu Indah???
Aku Tak Tau….

Ku Hanya Dapat Melihatmu
Tanpa Mampu Mendekatimu
Ku Takut Menyakitimu
Ku Takut Jauh Dari Hatimu

Aku Hanya Bisa Mengganggumu
Dan Selalu Mengganggumu

Maafkan Aku Yang Selalu Mengganggu
Aku Hanya Ingin Melihat Senyummu
Maafkan Aku Yang selalu Mengganggu
Aku Hanya Ingin Tahu Tentangmu
Maafkan aku Yang Selalu Mengganggu
Aku Hanya Ingin Mengerti Dirimu
Maafkan Aku Yang Selalu Mengganggu
Aku Hanya Ingin Kau Tahu
Aku Sayang Padamu

July 3, 2014 Posted by | Coretan | Leave a comment

Sepaju Jinjit dan Gempa Bumi

Sujiwo Tejo

(Oleh: Sujiwo Tejo)

Anta Boga SAMPEYAN perempuan? Seneng pake sepatu hak tinggi? Pelajari pengalaman wong-wong wedo’ Jakarta dan Bandung pas gempa kemarin. Gara-gara pakai high heel turun tangga dari lantai 7, lantai 8, lantai 13 dan seterusnya, kunang-kunanglah mripat mereka sampe nduk lantai dasar. Ada yang semaput. Ada yang besok paginya masih sambat pegel-pegel boyo’ dan pinggang-e.

Sa’benernya ndak pake ada goyang bumi, wong-wong wedo‘ itu wis mudeng. Mudeng bahwa sepatu jinjit pancen bikin repot. Sopir-sopir pribadi pasti tahu, rampung melenggang anggun pake sepatu tumit tinggi dalam pesta, ibu-ibu langsung ngelepas itu di mobil. Nafas mereka sedikit melar-mingkus, lalu ganti sandal jepit.

Nek ndak percoyo buntuti saj bos-bos perempuan dari ruang pertemuan ke ruang kerja pribadinya di satu lantai atau satu gedung. Pasti beliau pas masuk ruang kerjanya dewe langsung lukir high heel-nya dengan sandal saja atau malah nyeker.

Ponokawan Petruk sering dicurhati Arjuna. Katanya penengah Pandawa ini lebih suka istri sing nganggo sepatu rendah saja pas nang pesta. Tampil pakai sepatu hak tinggi pancen cantik. Tapi habis itu lho…Habis itu…pas wis pulang, di atas ranjang, otot-otot pinggang dan pinggul mereka wis ndak lentur lagi, sudah ndak hot lagi. Bojone gigit jari.

“Demi cantik di depan umum,” kata Dewi Kunti, “Perempuan memeang rela menyiksa dirinya sendiri.” Ibu para Pandawa itu hanya menyayangkan, kelak kaumnya terlalu peduli pada pandangan umum. “Keperluan” suami dikorbankan. Mereka juga terlalu pusing ambe’ wujud fisik dandanan. Bukan falsafah dandanan.

Lihatlah kemben alias korset Dewi drupadi, madi dewi Kunti. Itu ndak cuma bagus wujudnya. Falsafah dan khasiatnya…wah. Berkali-kali dursasana dan bala Kurawa ngudari kain Drupadi. Mereka bakal rame-rame memerkosa sang Dewi. Bolak-balik gagal. Ujung kemben tetap mereka tarik gotong-royong berlarian kayak dari Tuban ke Lamongan sampai sang dewi berputar seperti gasing. Tapi saking saktinya kemben, masih juga kain yang meliliti tubuh drupadi itu tak habis-habis.

Bener lho

Alahalaaaah…Jangan Sampeyan reken omongan perempuan,” kata Gareng, kakak Petruk. Anak tertua Semar sing paling seneng mikir ini punya alasan. Katanya, Kunti yang bolak-balik omong perkara moral nyatane juga ndak jegos ngurus morale dewe. Eling? Dengan pelet Aji Cipto Wekasing Roso Sabdo Tunggal Tanpo Lawan, ibu Pandawa ini punya pacar gelap Batara Surya. Dia ngandung anak diluar nikah. Melahirkan. Terus bayi itu dibuang. Dia kelak jadi anak temon yang dipiara Kurawa. Namanya Karno.

Ma’ jleg Bagong datang kayak biasa-ne. Mata-ne melotot-melotot. Dengan sangat polos tapi mendasar, bungsu Semar ini marah-marah nang Gareng. “Awakmu sok tahu perkoro perempuan,” sergah Bagong. “Sopo sing ngomong Kunti iku bobrok moral-e. Sopo sing ngomong Drupadi ndak mau di-anu ambe‘ Kurawa. Dan sopo sing ngomong perempuan iku tersiksa ne’ pake sepatu hak tinggi…Belum tentu…belum tentu…Perempuan susah ditebak. Maksud hatinya bahkan dia sendiri nggak tahu…”

Melihat kegigihan dan kengototan Bagong siang itu, di bawah pohon sawo kembar, di pelataran padepokan semar, Klampis Ireng, saya jadi teringat penggalan sajak almarhum Rendra :

…Perempuan bagaikan belut
Meski telah kau kenali segala lekuk liku tubuhnya

Sukmanya selalu luput dari genggaman…

Suasana Klampis Ireng saat itu jadi kaku. Gareng ndak kunjung menanggapi Bagong. Kedatangan Petruk pun tak kunjung mencairkan suasana. Seribu pelawak Kartolo diterjunkan ke situ juga nggak bakal nolong suasana. Bagong akhirnya bengak-bengok membawakan puisi yang ditulisnya sendiri di Jombang tentang are’ wedo’ :

Dalam laut dapat diduga
Dalam celana siapa tahu

Apalagi di dalam kalbu perempuan
Kita tambah ndak ngerti opo-opo…lholak lholok
Kenapa perempuan kalau dicium kok selalu merem?

Petruk : Karena perempuan menghayati. Bedo karo wong lanang sing main sludrak-sludruk asal cium tanpa curahan jiwa.
Gareng : Sebab ndak kuasa menggambarkan betapa indah dan nikmatnya cinta. Maka perempuan terpejam pas tercium.
Bagong : Itu bisa betul bisa kliru, Goblok! Tapi bisa juga perempuan tutup mata klo disun, karena mereka membayangkan laki-laki yang lain-lain lagi.

Wah Gareng jadi inget. Istrinya, Dewi Sariwati, waktu diambung Gareng tidak merem tapi matanya malah nyambi baca koran. Masuk akal juga saat merem pas dicium, kaum perempuan itu mengingat-ingat bacaan di koran, umpama-ne bertanya-tanya kenapa kok sedekah ke wong mis wong mis di JAkarta malah dihukum Perda 8 tahun 2007 –yang mau keluar diangka nanti apa 82007 apa 67 (dari Rp 6,7 triliun yang dirampok dari Bank Century) atau 73 (dari 7,3 skala Richter gempa di Tasikmalaya).

O ya, sampe lupa. Semar sebenarnya dari tadi juga ada di bawah sawo kembar itu. Lupa saya sebut karena dia diem saja. Sekarang orangnya sudah mulai ngomong sambil terkekeh-kekeh :

“Saya kemarin malam ketemu Batara Hananta Boga di Bromo. Itu lho dewa yang dinasnya menyangga bumi. Hananta Boga batuk, bumi gempa. Boga mulet, bumi gempa. Boga kepingkel-pingkel, bumi gempa. Ta’ tanya ke Boga kenapa kok batuk, mulet dan tertawanya nggak bisa diprediksi? Kenapa kok krawuh dan ilmu pengetahuan paling mutakhir pun ndak bisa meramal kapan terjadinya gempa?

Kenapa gempa jauh lebih ndak iso diramalkan ketimbang perempuan-permpuan seperti (Badai) Isabel (2003), Donna (1960), Camile (1969), Gabrielle (1989), Ella (1978), Gerda (1969), Debbie (1982), termasuk sing paling dahsyat Katrina (2005) dan Ike (2008)?

Oh, thole, Garong, Petro dan Baong, apa jawaban si Bapak Bogasari itu, eh, si Tata Boga, eh, si Jasa Boga? Begini jawaban Hananta Boga: Hahaha…Eyang Semar, biar perempuan juga tahu bahwa bukan cuma perempuan yang nggak bisa ditebak, bahwa bukan cuma perempuan yang nggak bisa diramalkan. Hahaha…

Ooo…jumangkah anggro sru susumbar lindu bumi gonjing…

( Semar lan para putro pun hanya bisa berbela sungkawa atas musibah gempa bumi yang melanda bumi Parahiangan. Para petinggi nggak perlu mereka iringi ke lapangan. Mereka tetep di ibukota, karena pemilu sudah lewat).

*Sujiwo Tejo tinggal di http://www.sujiwotejo.com

Diterbitkan di Jawa Pos . Minggu 6 September 2009

September 10, 2009 Posted by | Budaya, Info | , , , , , , , | 1 Comment

Rugi-rugi pada Serat Optik

Rugi- rugi pada Serat Optik

Pada umumnya rugi-rugi serat optik dibagi berdasarkan dari mana rugi-rugi tersebut ditimbulkan, yaitu :

  1. Rugi-rugi yang timbul dari bahan serat optik itu sendiri
  2. Rugi-rugi yang timbul akibat penggunaan serat optik tersebut sebagai media transmisi.

A. Rugi-Rugi karena Bahan

1. Absorption Loss

Rugi-rugi yang disebabkan karena masih banyaknya kotoran-kotoran pada bahan gelas (terutama yang terbuat dari glass multi komponen). Kotoran-kotoran tersebut dapat berupa logam (besi, tembaga) atau air dalam bentuk ion-ipn yang dapat menyerap sinar yang melaluinya akan berubah menjadi energi panas. Energi panas ini akan menyebabkan daya berkurang.

Untuk memperkecil rugi-rugi akibat ion-ion kotoran karena adanya unsur-unsur logam dan lain-lain pada serat optik, maka kebersihan dan kemurnian bahan gelas sangat menentukan. Salah satu cara memperkecil kerugian tersebut adalah dengan teknik pengendapan uap kimia (Chemical Vapour Deposition), dimana dengan diendapkannya ion-ion kotoran tersebut, redaman dapat diperkecil.

2. Rayleigh Scattering Loss

Peristiwa ini terjadi karena adanya berkas cahaya yang meengenai suatu materi dalam serat optik yang kemudian menghamburkan/ memancarkan berkas-berkas cahaya tersebut ke segala arah. Hal ini disebabkan ketidak homogenan materi yang terdapat dalam serat optik tersebut yang mempunyai sifat menghamburkan suatu berkas cahaya.

B. Rugi-rugi karena penggunaaan Serat Optik sebagai Media Transmisi

1. Rugi-rugi karena pelengkungan

Rugi-rugi ini terjadi pada saat sinar melalui serat optik yang dilengkungkan, dimana sudut datang sinar lebih kecil dari pada sudut kritis sehingga sinar tidak dipantulkan sempurna tapi dibiaskan.

a

Gambar Rugi-rugi karena pelengkungan

Untuk mengurangi rugi-rugi karena pelengkungan maka harga Numerical Arpature dibuat besar.

Numerical Aperture adalah ukuran atau besarnya sinus sudut pancaran maksimum dari sumber optik yang merambat pada inti serat yang cahayanya masih dapat dipantulkan secara total, dimana nilai NA juga dipengaruhi oleh indeks bias core dan cladding. Besarnya nilai NA diperoleh dengan rumus :

Numerical aperture

Gambar Numerical Aperture

dimana :

NA     =  Numerical Aperture

θ         =  sudut cahaya yang masuk dalam serat optik

n1 =  indeks bias core

n2 =  indeks bias cladding

2. Microbending Loss

Rugi-rugi ini termasuk sebagai akibat adanya permukaan yang tidak rata (dalam orde mikro) sebagai akibat proses perbaikan bahan yang kurang sempurna.

Micro Bending

Rugi-rugi karena microbending

3. Splicing Loss

Rugi-rugi ini timbul karena adanya gap antara dua serat optik yang disambung. Hal ini terjadi karena dimensi serat optik yang demikian kecil sehingga penyambungan menjadi tidak tepat sehingga sinar dari bahan serat optik ke serat optik lainnya tidak dapat dirambatkan seluruhnya. Ada beberapa kesalahan dalam penyambungan yang dapat menimbulakn rugi-rugi splicing, yaitu:

  • Sambungan kedua serat optik membentuk sudut
  • Kedua sumbu berimpit namun masih ada celah diantara keduanya
  • Ada perbedaan ukuran antara kedua serat optik yang disambung

Untuk mengukur besarnya rugi-rugi karena sambungan digunakan rumus :

L (dB) = 10 Log (P out/ P in)

dimana :

P out = daya sesudah sambungan

P in = daya sebelum sambungan

4. Rugi-rugi Coupling

Rugi–rugi ini timbul karena pada saat serat optik dikopel/ disambungkan dengan sumber cahaya atau photo detektor. Hal ini dapat terjadi karena energiyang diradiasikan oleh sumber optik dapat dimasukkan ke dalam serat optik. Kualitas kopling dinyatakan dengan effisiensi kopling seperti dinyatakan dengan rumus :

r2

dimana :

Ps = daya yang dipanncarkan oleh sumber cahaya

Pt = daya yang dimasukkan ke dalam serat optik

June 26, 2009 Posted by | Teknologi | , , , , , , , | Leave a comment

Penyambungan serat optik

Penyambungan serat optik atau yang sering disebut dengan splicing serat optik dilakukan pada saat serat putus yang dikarenakan oleh faktor dari luar seperti terkena senar layangan, cangkul, jangkar, dan lain-lain atau untuk  menghubungkan ujung serat optik pada saat instalasi dengan jarak yang jauh. Dengan melakukan splicing ini kita akan dapat mengurangi redaman. Hal ini disebabkan bila kita menggunakan konektor biasa untuk menghubungkan kedua ujung serat optik, maka kita akan mendapatkan redaman yang lebih besar dibandingkan melakukan teknik splicing.

Peralatan dan Bahan

  1. Splicer
  2. Pemotong tube
  3. Cutter
  4. Tang logam
  5. Tang pengupas serat
  6. Tang pemotong serat
  7. Kain bersih
  8. Alkohol
  9. Tissue
  10. Selotip
  11. Spidol
  12. Meteran
  13. Thinner-B
  14. Pelindung serat

Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam penyambungan Serat Optik

Dalam melakukan splicing ada hal-hal yang harus diperhatikan agar splicing bisa berhasil dan juga untuk keselamatan kerja. Hal-hal tersebut antara lain:

  1. Sebelum melakukan splicing usahakan agar semua peralatan dan bahan serta tangan kita sebersih mungkin sebab adanya kotoran pada serat optik dapat menyumbang redaman pada serat.
  2. Selalu letakkan tangan di belakang cutter ketika sedang melakukan pengupasan pelindung serat.
  3. Jangan menginjak tube karena akan merusak core yang ada di dalamnya sehingga bisa menyebabkan core pecah atau retak.
  4. Sebaiknya jangan mendekatkan cairan alkohol ke mata kita sebab cairan alkohol bisa menguap ke udara.
  5. Jangan menggulung core dengan diameter yang sangat kecil karena bisa membuat core putus.
  6. Jangan membuang core sembarangan sebab bila menembus kulit dikuatirkan bisa masuk ke aliran darah dan mengganggu kesehatan.
  7. Selalu perhatikan perlindungan pada kaset agar air tidak dapat masuk kedalam kaset dan bisa merusak serat tersebut.
  8. Ikuti prosedur atau langkah-langkah yang ada.

Langkah-Langkah Instalasi

Dalam hal ini kita menggunakan kabel serat optik untuk udara. Berikut ini adalah prosedur atau langkah-langkah dalam melakukan penyambungan atau splicing serat optik :

1. Ukur dengan menggunakan meteran sepanjang +150cm (dalam keadaan baik) dari ujung kabel lalu tandai dengan isolasi atau spidol.

image001

+150 cm

Gambar  Panjang kabel yang dikupas

2. Untuk kabel udara terlebih dahulu mengupas logam dalam kabel yang berfungsi sebagai penopang kabel saat berada di udara dengan menggunakan cutter sepanjang batas tersebut lalu potong dengan tang logam.

3. Setelah itu mengupas pelindung tube yang berwarna hitam sepanjang batas tersebut. Langkah-langkah untuk membuka pelindung :

a. Sebaiknya dilakukan secara sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm dengan cara digergaji dan jangan terlalu dalam karena akan mengenai tube.

b. Patahkan sedikit dan memutar pada bekas gergaji dan sudut patah tidak boleh 30o agar tube tidak ikut patah.

c. Lalu tarik sehingga yang terlihat hanya benang pelindung dan kupas benang tersebut dengan cutter sehingga yang terlihat hanya tube yang dilapisi jelly.

4. Bersihkan tube dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan thinner-B sampai bersih.

5. Ukur tube tersebut dari batas isolasi sepanjang +50 cm beri tanda dengan spidol. Lalu kupas tube pada batas tersebut dengan menggunakan pemotong tube dan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm dengan cara memutar pemotong tube searah jarum jam sebanyak 2 kali lalu patahkan dan jangan lebih dari 30o agar serat optik tidak ikut patah, lalu tarik tube sehingga yang terlihat hanya serat optik saja yang dilindungi oleh jelly. Lakukan berulang-ulang sampai sepanjang + 100 cm dari ujung tube.

6. Bersihkan core tersebut dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan thinner-B sampai bersih.

image002

150 cm

150 cm

Gambar Panjang tube yang dikupas

7. gulung serat optik dengan bentuk melingkar agar aman, tidak kotor dan tidak mengenai tanah.

image004

Spiral   Pengikat Tube    Core         Kaset

Gambar Penempatan serat optik pada kaset

Langkah-Langkah Splicing

1. Terlebih dahulu masukkan plastik khusus untuk melindungi bagian core yang telah di-splice satu persatu dengan diberi tanda dengan spidol.
2. Kupas core dari jaketnya menggunakan tang pengupas dengan cara memposisikan tang agak miring, tahan lalu tarik ke ujung core secara perlahan.
3. Setelah terkupas bersihkan core dengan tissue yang sudah dibasahi dengan alkohol sampai gesekannya mengeluarkan bunyi. Lakukan  sebanyak 3 kali lalu keringkan dengan tissue.
4. Lalu masukkan ke dalam pemotong core dimana kita menempatkan ujung jaket pada skala antara 15 dan 20, lalu potong. Pada saat memotong, pisau harus dijalankan dengan kecepatan yang sesuai dan konstan.
5. Setelah itu kita masukkan ke dalam splicer yang berfungsi menyambung core dengan teknik fusion. Jangan sampai ujung core menyentuh sesuatu benda sebab akan menambah redaman.

image005

Gambar Peletakan serat optik pada splicer

6. Kemudian tekan tombol set maka secara otomatis splicer akan meleburkan kedua core dan menyambungnya. Tunggu sampai layar menunjukkan estimasi redaman lalu tekan reset maka layar akan kembali ke tampilan awal.
7. Setelah itu keluarkan core tersebut lalu geser plastik khusus tadi ke sisi core yang telah mengalami proses splice. Kemudian masukkan ke bagian splicer yang berfungsi untuk memanaskan plastik tersebut. Tunggu sampai splicer mengeluarkan bunyi lalu keluarkan.
8. Kemudian letakkan core kembali ke dalam kaset tadi seperti gambar di bawah ini.

image006

Gambar Peletakan protektor pada kaset

Rugi-Rugi Penyambungan

Rugi-rugi penyambungan dapat terjadi karena :

1. Perbedan struktur serat optik antara lain:

– Diameter core tidak sama.

– Letak core tidak berada di tengah.

2. Kualitas penyambungan antara lain :

– permukaan serat tidak rata.

– Sumbu serat tidak sejajar.

– Penyimpangan sudut.

– Serat masih basah.

– Ujung serat menyentuh sesuatu.

Kualitas Penyambungan

Untuk mendapatkan kualitas penyambungan yang baik harus  diperhatikan :

– Kualitas kabel yang sesuai spesifikasi

– Alat sambung yang baik.

– Lingkungan harus bersih.

– Jointer harus berpengalaman.

Dengan melakukan penyambungan secara  fusion, kita diharapkan bisa memperoleh redaman yang sekecil mungkin.

May 4, 2009 Posted by | Teknologi | , , , | 7 Comments

Pemeliharaan Perangkat dan Jaringan Kabel Optik

A .Pemeliharaan Rutin

Agar perangkat maupun jaringan kabel fiber optic dapat digunakan kapan saja, dan tahan lama maka perlu diadakan pemeliharaan rutin. Pemeliharaan rutin ada 2 macam, yaitu :

  • Pemeliharaan perangkat SKSO / OLTE
  • Pemeliharaan jaringan kabel optik

A.1. Perawatan Rutin Perangkat SKSO / OLTE, terdiri dari :

*Pemeliharaan Harian : Check-list Perangkat OLTE.

*Pemeliharaan Mingguan

Agar peralatan pada perangkat siap pakai sewaktu-waktu, maka perlu dilakukan pemeliharaan setiap  minggu satu kali yang meliputi pengecekan, pengetesan, dan pembersihan fisik antara lain sebagai berikut :

  1. Alat sambung kabel serat optik (splicer).
  2. Alat ukur kabel serat optik (OTDR).
  3. Generator Set.
  4. Mobil SKSO.
  5. Alat komunikasi (Talk Set).
  6. Power Meter.
  7. Sarana penunjang lainnya.

*Pemeliharaan Bulanan :

Selain pemliharaan harian dan mingguan , dalam SKSO juga terdapat pemeliharaan bulanan , yang meliputi :

1)       Pengecekan Manhole/Handhole

Untuk menghindari gangguan pada titik sambung (joint closure) akibat masuknya air/ lumpur pada Manhole/ Handhole dan menghilangnya tanda-tanda yang terdapat pada kabel pada Manhole/ Handhole perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bersihkan/kuras Manhole/ Handhole yang terdapat pada titik sambung kabel optik secara rutin sesuai jadwal pemeliharaan.
  2. Cek kondisi stopper yang menutupi lubang-lubang polongan, bila terjadi penyimpangan segera diadakan perbaikan untuk mencapai kondisi seharusnya.
  3. Cek kondisi kabel dan penyangga kabel beserta aksesorisnya, bila ada yang kurang/ terlepas segera diperbaiki/ diganti.
  4. Mengganti tanda pada kabel jika tanda pada kabel yang sebelumnya hilang, untuk mempermudah mengetahui jenis kabel yang ada pada Manhole/ Handhole tersebut.
  5. Cek kondisi tutup Manhole/ Handhole bila ada yang rusak atau catnya kusam segera diganti/ dicat ulang.
  6. Sehabis bekerja pada Manhole/ Handhole jangan lupa menutup kembali tutup Manhole/ Handhole dengan rapat dan sempurna.
  7. Memberi tanda berupa patok pada Manhole/ Handhole yang berada pada posisi rawan, persawahan dan perbukitan.

2)       Patroli Kabel Serat Optik Tanah (Buried Cable)

Pelaksanaan patroli dengan menelusuri rute kabel sejauh 6 km/hari, agar situasi dan kondisi kabel optik dapat diketahui sedini mungkin perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Cek pipa besi galvanis jembatan kabel pada penyeberangan sungai.
  2. Cek tiang beserta aksesorisnya, pondasi dan kawat duri sebagai pengaman, bila terjadi kerusakan segera dilaksanakan perbaikan.
  3. Cek rute dan tanda rute (rambu-rambu) untuk mengetahui kondisi lingkungan disekitar rute kabel, apabila terdapat hal-hal yang membahayakan kabel serat optik, misalnya longsor, rumput tinggi dan pepohonan, kegiatan penduduk karena adanya pemukiman baru, serta proyek PU/ PERUMKA maka segera diambil langkah-langkah pengamanan maupun perbaikan.
  4. Cek lokasi Manhole/ Handhole tempat sambungan, untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar, bila terjadi hal-hal yang membahayakan segera dilaksanakan langkah pengamanan.
  5. Mengganti tanda rute kabel yang berupa patok apabila patok yang lama hilang/rusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3)       Patroli Kabel Serat Optik Udara (Aireal Cable)

  1. Cek pepohonan dan rerumputan sekitar rute yang dilewati kabel serat optik, bila membahayakan perlu dilakukan perambahan dan pemotongan.
  2. Cek kondisi joint closure yang berada di tiang atau di Handhole, bila membahayakan perlu dilakukan pengamanan.
  3. Patroli dilaksanakan dengan jalan kaki menelusuri rute kabel sejauh 7 km/hari, agar situasi kabel dapat diketahui sedini mungkin..

4)       Pengukuran tegangan input maupun output perngkat OLTE

*Pemeliharaan 6-Bulanan :

Pengukuran core yang kosong dilakukan dua kali dalam setahun yang meliputi :

  1. Mendeteksi penigkatan loss kabel (dB/km).
  2. Mendeteksi peningkatan loss pada titk     sambung.
  3. Mendeteksi kerusakan fisik serat optik (lokalisir gangguan).
  4. Pengukuran Optical Output Power OLTE

*Pemeliharaan Tahunan    :

  1. Pengukuran BER (Bit Error Rate) tingkat E-1 atau STM-1 yang Idle.
  2. Alarm test.
  3. Pengukuran Sensitivitas dan Margin Receiver

A.2. Pemeliharaan Rutin Jaringan Kabel Optik :

*Pemeliharaan 2 – Mingguan :

  1. Patroli Jarkab Optik Kabel Udara.
  2. Patroli Jarkab Optik Kabel Tanah.
  3. Patroli Jarkab Optik Kabel Duct.

*Pemeliharaan 6 – Bulanan      :

Pengukuran Core Optik yang Idle meliputi :

  1. Kontinuitas Fiber Optik ( OTDR ).
  2. Redaman total antar terminal ( Laser Source dan Power meter ).

B. Pemeliharaan Dadakan

Pemeliharaan dadakan juga dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Pemeliharaan Dadakan Perangkat SKSO / OLTE.

Pada kondisi operasi normal (tidak terjadi ganguan sistem). Pada waktu terjadi gangguan pada sistem maupun perangkat, untuk mengatasi hal ini maka modul yang mengalami alarm segera diganti.

  1. Pemeliharaan Dadakan Jaringan Kabel Optik.

Pemeliharaan dadakan pada kabel serat optik terjadi apabila kabel serat optik yang digunakan sebagai media transmisi terputus. Putusnya kabel serat optik ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu terkena senapan angin, gesekan benang layang-layang, proyek pemerintah, dan kegiatan masyarakat.

May 4, 2009 Posted by | Teknologi | , , , , | 11 Comments

Tugas Mata Kuliah Jaringan Manajemen Telekomunikasi (b)

Soal A
1. Manajemen Jaringan vs Jaringan Manajemen Telekomunikasi (TMN)
a. Jelaskan perbedaan antara jaringan manajemen dan jaringan menajemen telkomunikasi!
b. Jelaskan perbedadan antara manajemen jaringan secara konvensional dan manajemen jaringan secara modern?
c. Sebutkan dan jelaskan 5 peran TMN terhadap manajemen jaringan telekomunikasi!

2.

a. Jelaskan tujuan meningkatkan kualitas layanan jaringan telekomunikasi!
b. Jelaskan 2 metode/ cara meningkatkan kualitas layanan jaringan!
c. Jelaskan keuntungan dan kerugian menigkatkan kualitas layanan jaringan telekomunikasi!

Soal B
Jelaskan latar belakang, tujuan, cara kerja dan kendala-kendala dari ide yang anda berikan pada tugas ide-1 (aplikasi TMN) dan ide-2(web-base)!

Jawaban :
Soal A
1. Manajemen Jaringan vs Jaringan Manajemen Telekomunikasi (TMN)

a. Perbedaan antara jaringan manajemen dan jaringan menajemen telkomunikasi

  • Manajemen Jaringan : Kumpulan dari fungsi operation, maintenance, dan provisioning untuk menyediakan, memonitor dan mengontrol jaringan dan servis yang ada.
  • Jaringan Manajemen Telekomunikasi (TMN) : Sebuah fungsi pengawasan terhadap unjuk kerja jaringan dan pengambilan tindakan untuk mengendalikan aliran trafik agar diperoleh kapasitas jaringan dengan pengoperasian yang maksimum pada berbagai situasi.

b. Perbedadan antara manajemen jaringan secara konvensional dan manajemen jaringan secara modern

  • Konvensional : nama lain dari manajemen trafik dimana manajemen jaringan hanya berurusan dengan me-manajemen-i masalah trafik, yaitu berhubungan dengan masalah kemacetan (kongesti), beban lebih (overload) atau proses routing.
  • Modern : selain masalah trafik, manajemen jaringan juga meliputi proses pemeliharaan, perencanaan, administrasi dan pengembangan jaringan telekomunikasi.

c. Lima peran TMN :

  • Operations : coordinates actions between administration, maintenance, and provisioning
  • Administration : designing the network, processing orders, assigning addresses, tracking usage, and accounting
  • Maintenance : diagnose and repair things which do not work as planned
  • Provisioning : installing equipment, setting parameters, verifying that the service is operational, updating, and de-installation
  • Management : how to manage the network

2
a. Tujuan peningkatan QoS :

  • Teknis ( maintenance lebih mudah dll )
  • Bisnis ( kualitas bagusèuser tambah dll )

b. 2 metode meningkatkan kualitas layanan jaringan :

  • Expanded Network Oriented ( memperluas jaringan yg ada, ex: bangun bts lg)
  • Management Oriented ( memanajemen jaringan yg sudah ad, ex: ganti perangkat yg lebih canggih UTP ke Optik)

c. Keuntungan dan kerugian menigkatkan kualitas layanan jaringan telekomunikasi
Keuntungan : QoS meningkat maka jumlah pelanggan meningkat sehingga keuntungan operator meningkat
Kerugian : jumlah pelanggan meningkat maka kapasitas jaringan menjadi tidak memadai sehingga permintaan tidak terpenuhi dan QoS menurun

Soal B

Ide 1 ( Aplikasi TMN )

PC Router ( di install Mikrotik RouterOS ) akan dihubungkan ke ISP dan switch. Dari switch, akan dipecah menuju akses point dan beberapa server ( VoIP Server, Game Server, File Server). Konfigurasi jaringan ini juga diterapkan pada RT RW Net.

Alasan menggunakan Mikrotik RouterOS

  • Router Mikrotik menyediakan banyak funsi memanajemen jaringan ( mengatur bandwidth, firewall, proxy dsb)
  • Router Mikrotik bisa diakses dari jaringan yang berbeda dan juga via web. Jadi kita sebagai admin bisa memonitoring dan mengatur jaringan dari luar. Selain itu orang lain (Guest) juga bisa mengakses Router Mikrotik ini (fitur terbatas untuk Guest)


Ide 2 ( Web Base Management )

Penggunaan software LabVIEW ( Laboratory Virtual Instrumentation Engineering Workbench ) untuk mengontrol peralatan ( Network Analyzer, Osiloskop, Motor Listrik dll ) yang ada di Laboratorium.

KETERANGAN :
LabVIEW merupakan software pemrograman berbasis “G” language. Lab VIEW umumnya digunakan untuk akuisisi data, control instrument dan automasi pada industri. LabVIEW diinstall pada komputer server. Setelah itu kita buat simulator untuk peralatan tertentu misalkan osiloskop. Setelah simulator dibuat dan osiloskop terhubung ke komputer, integrsikan LabVIEW dengan apache sehingga simulator osiloskop dapat di upload ke webserver. Setelah itu oranglain akan bias melakukan simulasi dengan osiloskop melalui web secara langsung, artinya ketika user merubah setting osiloskop dari simulator di web, maka setting pada osiloskop di lab yang terhubung dengan LabVIEW juga akan berubah sesuai dengan setting user.

April 10, 2009 Posted by | Tugas Selama Kuliah | , | 2 Comments

Tugas Mata Kuliah Jaringan Manajemen Telekomunikasi

1. Parameter kerja jaringan
Parameter kerja jaringan ( QoS ) ada 3, yaitu :

  1. Delay merupakan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh data/ informasi untuk sampai ke tempat tujuan data/ informasi tersebut dikirim.Delay pada suatu jaringan akan menentukan langjkah apa yang akan kita ambil katika kita memanjemen suatu jaringan. Ketika delay besar, dapat diketahui jaringan tersebut sedang sibuk atau kemungkian yang lain adalah kapasitas jaringan tersebut yang kecil sehingga bisa melekukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi overload. Misalkan dengan memindahkan sebagian aliran data ke jalur lain atau memperbesar kapasitas jaringan kita.
  2. Jitter merupakan variasi dari delay. Jitter dipengaruhi oleh variasi beban trafik dan besarnya tumbukan antar paket (congestion) yang ada dalam jaringan. Pengaruh jitter pada kinerja jaringan harus dilihat bersama delay. Ketika jitter besar namun delay-nya kecil maka kinerja jaringan tidak bisa dikatakan jelek karena besarnya jitter dapat dikompensasi dengan nilay delay yang kecil. Jitter akan menurunkan kinerja jaringan ketika nilainya besar dan juga nilai delay-nya juga besar.
  3. Packet Loss merupakan banyaknya paket yang gagal mencapai tempat tujuan paket tersebut dikirim. Ketika packet loss besar maka dapat diketahui bahwa jaringan sedang sibuk atau terjadi overload. Packet loss mempengaruhi kinerja jaringan secara langsung. Ketika nilai Packet Loss suatu jaringan besar, dapat diakatakan kinerja jaringan tersebut jelek.

Selain tiga parameter diatas, ada juga parameter tambahan yang merupakan efek dari ketiga parameter diatas, yaitu :

  • BER : jumlah bit dari data yang dikirim yang mengalanmi error atau terkena noise
  • Throghput : suatu besaran yang mengukur laju bit informasi atau data sebenarnya dari laju bit jaringan
  • Bitrate : jumlah bit yang diproses dalam satuan waktu
  • Packet Drop : terjadi ketika antrian di network router mencapai maksimum

2. Apa yang Anda ketahui tentang nilai Threshold?
Threshold merupakan nilai batas yang suatu parameter kerja yang ditentukan untuk mengetahui kinerja suatu jaringan. Unjuk kerja suatu jaringan dikatakan baik jika parameter-parameter kinerja jaringan tidak melebihi nilai threshold yang ditentukan. Misalkan parameter untuk aplikasi VoIP adalah delay yang diijinkan adalah 100-400 ms. Jika ternyata dilapangan nilai delay-nya melebihi nilai tersebut maka infrastrukturnya harus diperbaiki.

3. Jelaskan pengertian Trafik pada Bidang Telekomunikasi
Trafik dalam bidang telekomunikasi adalah perpindahan informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui jaringan telekomunikasi. Besaran dari suatu trafik telekomunikasi diukur dengan satuan waktu. Dua besaran trafik yg sering digunakan utk analisa antara lain meliputi Volume trafik dan Intensitas trafik. Salah satu tujuan perhitungan trafik adalah untuk mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance) dan mutu pelayanan jairngan telekomunikasi (Quality of Service).

4. Apa itu 1-erlang? Sebutkan rumus erlang B dan erlang C!
Yang dimaksud dengan 1 Erlang adalah banyaknya panggilan yang terjadi selama satu jam.

Rumus Erlang-B :
B(N,A)=((AB(N-1,A))/((N+AB(N-1,A))

Rumus Erlang-C :
C [N,A] = (A^N/N!) * (N/(N-A))/ sigma dari i=0 sampai dengan N-1 ((A^i/i!) + (A^N/N!)*(N/N-A))

5. Perbedaan merencanakan, menganalisa, mengevaluasi, mendesain, mengadministrasikan, dan mengembangkan jaringan telekomunikasi!

  • Merencanakan : membuat rencana atau planning dari suatu jaringan telekomunikasi yang akan kita buat. Baik dari segi infrastruktur, penggunaan, effisiensi, modal, laba dan sebagainya.
  • Menganalisa : mengamati dan meneliti jaringan telekomunikasi yang sudah ada dari segi kualitas ( performansi ), keuntungan dan lainnya sehingga dari jaringan yang sudah ada bisa ditingkatkan effisiensinya.
  • Mengevaluasi : menganalisa dan membandingkan data di lapangan dengan data yang diinginkan untuk jaringan telekomunikasi yang sudah ada sehingga bisa diambil tindakan yang perlu dilakukan.
  • Mendesain : proses membuat desain jaringan telekomunikasi yang diinginkan dengan melihat parameter-parameter yang diinginkan dan juga kondisi lapangan.
  • Mengadministrasikan : proses mendata seluruh kejadian yang terjadi di jaringan. Jadi dengan data tersebut bisa dilakukan analisa untuk perencanaan kedepan dari suatu jaringan telekomunikasi.
  • Mengembangkan Jaringan telekomunikasi : merupakan tindakan untuk melakukan upgrading, inovasi, dan perbaikan jaringan telekomunikasi yang sudah ada dengan terlebih dahulu melakukan Perencanaan, Analisa, Evaluasi, Pendesainan dan Pengadministrasian.

6. Apa akibat ada jika terjadi collision di jaringan?
Collision terjadi jika trafik jaringan sedang penuh karena terlalu banyak data yang ada di jaringan. Collision akan memperbesar nilai delay dan juga jitter dari data yang dikirim. Selain itu bisa juga terjadi packet drop karena paket data terlalu lama di jaringan. Oleh karena itu kita harus bisa memonitor dan mengatur aliran data pada suatu jaringan sehingga kita tetap bisa menjaga performansi dari jaringan.

7. Apa yang dimaksud dengan alternative route, trafik luap, dan high usage route.

  • Alternative route merupakan jalur alternatif atau jalur selain jalur utama yang dapat digunakan apabila jalur utama sangat sibuk dan penuh untuk menampung pelanggan.
  • Trafik luap atau Overload Traffic adalah keadaan dimana trafik sudah tidak dapat lagi menampung pelanggan dan pelanggan yang tidak dapat ditampung harus dilewatkan ke jalur alternatif agar komunikasi tetap terlaksana.
  • High usage route merupakan jalur telekomunikasi yang memiliki jumlah pelanggan/pemakaian paling tinggi.

routing

April 10, 2009 Posted by | Tugas Selama Kuliah | , , , , , , , | 6 Comments